Thursday, December 23, 2004

Engkau

Benakku tertuju padamu
disini
jauh dari pelukmu
Namun, kasihmu sampai padaku
kesini
walau kau dan aku jauh dari peluknya
(dan apakah dia ingat akan kita?)
Bu, dewasa itu apa?
Ah, sudahlah ... aku hanya ingin kau tahu
(saat ini) hanya engkaulah satu-satunya perempuan mulia di hati
Terima kasih
---------------------------------------------------
Untuk hari ibu yang sudah lewat setengah jam lalu. Terima kasih Ibunda. Semoga selalu untukmu segala cinta kasih-Nya



Monday, December 20, 2004

A gift to share ... dari friendster

A Gift 2 share (Islamic Manner)
* Bismillah (In The Name of Allah) when we begin doing sth good
* Al-Hamdulillah (Praise be 2 Allah) expressing Thx & Gratefullness 2 Allah
* Assalamu'alaikum (Peace be upon u) when we meet each other
* Wa'alaikumsalam (Peace be upon u 2) our reply 4 the greeting
* Fi Amanillah (In the safe custody of Allah) when we are saying farewell 2 someone
* Subhanallah (Glory be to Allah): a reflect our appreciation & amazement of Allah's greatness
* Masha Allah (As Allah may wish) reflecting our total surrender 2 devine will
* Insha Allah (If Allah so wishes) if we resolves 2 do sth & makes a promise
* Innalillah (Verily 2 Allah do we belong) 2 affirm our total dependence upon Allah, tht Allah is in charge of all tht happens
* Astaghfirullah (I seek pardon & forgiveness from Allah) 2 regret over bad action
* Jazakallah (May Allah reward u)
* Auzubillah (I take safety & protection in Allah) if feels anger / fear

Sunday, December 19, 2004

Hari Ini ...

hari ini melelahkan, sedikit mengesalkan sekaligus menyenangkan...panjang kalau diceritakan. Acara penutupan MAI (Mentoring Al-Islam 2004 tampaknya jadi pelampiasan egoisme dan keujuban diri. Adik-adik kelas Panitia acara aku tegur karena kurang menguasai konsep acara mereka sendiri. Akhirnya ada rasa dominasi dalam hati, dan ingin mengontrol acara, dan ada lintasan pikiran "Wah, kalau aku nggak improvisasi atau kalau MC-nya bukan aku, apa jadinya acara ini?". Astaghfirullah ...
Willy - sang ketua BKI aku SMS dengan nada memerintah (karena sudah waktunya dia memberi sambutan tapi belum datang juga) : "Aslm. Wil, ant cepet kesini untuk sambutan. Sy g akan mulai tanpa ant. Cpt pake ojeg kalo perlu.". Tapi Willy memang belum datang sampai beberapa kedip mata kemudian, lalu acara terpaksa dibuka tanpa sambutan Willy tapi diganti oleh Hadian sebagai ketua MAI. Setengah jam kemudian datang reply "gak usah pake sambutan. Ane ada problem perut dari kemaren neh...".Dada ini kayaknya makin hitam saja. Kesal.lalu jemari menekan reply dan menulis, kira-kira "Baik, gpp sih.Tapi lebih baik ant bilangnya kemarin.".Sinis sekali tulisanku ini. Makna non-verbalnya sepertinya dapat Ia tangkap, buktinya beberapa menit kemudian dia datang ke ruang panitia (pakai ojek rupanya. kosannya jauh, jadi aku kira2 saja ongkosnya 2000 rupiah). Terengah-engah ia sampai ke lantai 4. Kami bersalaman seperti biasa, dan aku perkenalkan pengisi acara kami - seorang munsyid. Salam terucap, tapi mata tak bisa berbohong. Ada ketidaknyamanan di situ. Beberapa kalimat basa-basi, lalu Willy lebih memilih menyendiri di pojok untuk tilawah sementara aku dan beberapa teman berbincang dan sesekali tertawa.
I was acting like an expert in event organizing. Atur ini-itu, bolak-balik sana-sini. jadi MC++. Mungkin saat itu kesigapan seperti itu yang diperlukan, tapi aku sama sekali lupa menyisipkan senyum dan kata-kata baik.
Ah, Willy afwan ya ... sayangnya sampai detik ini aku belum mengatakan "Aku mohon maaf".